4- Diriwayatkan pula dalam shahih Muslim, dari
Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Pemimpin kamu yang terbaik ialah mereka yang
kamu sukai dan merekapun menyukai kamu, serta mereka
mendo'akanmu dan kamupun mendoakan mereka,
sedangkan pemimpin kamu yang paling jahat adalah
mereka yang kamu benci dan merekapun membencimu,
serta kamu melaknati mereka dan merekapun
melaknatimu, beliau ditanya: ya Rasulallah, bolehkan
kita memusuhi mereka dengan pedang? beliau
menjawab: "tidak, selama mereka mendirikan shalat
dilingkunganmu.”
Kedua hadits yang terakhir ini menunjukkan bahwa
boleh memusuhi dan memerangi para pemimpin dengan
mengangkat senjata bila mereka tidak mendirikan shalat,
dan tidak boleh memusuhi dan memerangi para
pemimpin, kecuali jika mereka melakukan kekafiran
yang nyata, yang bisa kita jadikan bukti di hadapan Allah
nanti, berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ubadah
bin Ash Shamit radhiallahu ‘anhu:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah
mengajak kami, dan kamipun membai'at beliau, di antara
bai’at yang diminta dari kami ialah hendaklah kami
membai’at untuk senantiasa patuh dan taat, baik dalam
keadaan senang maupun susah, dalam kesulitan maupun
kemudahan, dan mendahulukannya atas kepentingan dari
kami, dan janganlah kami menentang orang yang telah
terpilih dalam urusan (kepemimpinan) ini, sabda
beliau:” kecuali jika kamu melihat kekafiran yang
terang- terangan yang ada buktinya bagi kita dari
Allah.”
Atas dasar ini, maka perbuatan mereka meninggalkan
shalat yang dijadikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam sebagai alasan untuk menentang dan memerangi
mereka dengan pedang adalah kekafiran yang terangterangan
yang bisa kita jadikan bukti dihadapan Allah
nanti.
Sponsor link:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar