1- Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah
radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang
dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan
shalat”.(HR. Muslim, dalam kitab: Al-Iman) .
2- Diriwayatkan dari Buraidah bin Al Hushaib
radhiallahu ‘anhu, ia berkata: aku mendengar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat,
barangsiapa yang meninggalkannya maka benar benar
ia telah kafir”. (HR.Abu Daud, Turmudzi, An Nasa'i,
Ibnu Majah dan Imam Ahmad).
Yang dimaksud dengan kekafiran di sini adalah
kekafiran yang menyebabkan keluar dari Islam, karena
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjadikan shalat sebagai batas pemisah antara orang
orang mu’min dan orang orang kafir, dan hal ini bisa
diketahui secara jelas bahwa aturan orang kafir tidak
sama dengan aturan orang Islam. Karena itu, barang siapa
yang tidak melaksanakan perjanjian ini maka dia
termasuk golongan orang kafir.
3- Diriwayatkan dalam shahih Muslim, dari
Ummu Salamah radliallahu 'anha, bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Akan ada para pemimpin, dan diantara kamu ada
yang mengetahui dan menolak kemungkaran
kemungkaran yang dilakukannya, barangsiapa yang
mengetahui bebaslah ia, dan barangsiapa yang
menolaknya selamatlah ia, akan tetapi barang siapa
yang rela dan mengikuti, (tidak akan selamat), para
sahabat bertanya: bolehkah kita memerangi mereka?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:"
Tidak, selama mereka mengerjakan shalat.”
Sponsor link:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar